Nabi ﷺ secara rutin pergi ke Gua Hira untuk bertafakur. Dengan akhlaknya yang suci di tengah lingkungan yang tercemar, tempat berbagai macam perbuatan kelam dan penyembahan berhala berlangsung, Nabi ﷺ merasa perlu untuk merenungkan semua itu secara mendalam. Beliau membawa sejumlah bekal dan memilih Gua Hira untuk tujuan ini. Masa tafakur dan perenungan yang berlangsung sekitar tiga tahun ini dipandang sebagai persiapan menuju kenabian.
Memuat peta...
Wahyu Pertama
Ketika beliau ﷺ berusia sekitar 40 tahun, saat sedang tenggelam dalam tafakur dan perenungan di dalam gua, malaikat Jibril tiba-tiba menampakkan diri pada bulan Ramadan. Sayyidina Aisyah ﵂ meriwayatkan bagaimana peristiwa ini terjadi.
Wahyu-wahyu pertama yang diterima Nabi ﷺ hadir dalam bentuk mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan persis seperti yang beliau lihat dalam tidurnya. Setelah itu, التَحَنُّث (Al-tahannuth) menjadi sesuatu yang beliau sukai. Artinya, beliau menjauh dan mengasingkan diri dari keluarganya selama beberapa malam untuk memusatkan diri pada tafakur dan perenungan yang mendalam. Beliau hanya pulang untuk mengambil bekal sebelum kembali menjauh dan mengasingkan diri. Secara tiba-tiba dan sama sekali tidak terduga, Jibril ﵇ menampakkan diri di dalam gua dan berkata:
Jibril ﵇: إقرأ (Bacalah)
Nabi ﷺ: Aku tidak dapat membaca.
Jibril ﵇: Kemudian ia mendekap Nabi ﷺ dengan kuat lalu melepaskannya, kemudian berkata lagi: Bacalah!
Nabi ﷺ: Aku tidak dapat membaca!
Jibril ﵇: Sekali lagi ia mendekap Nabi ﷺ hingga beliau kehabisan tenaga, lalu melepaskannya dan berkata sekali lagi: Bacalah!
Nabi ﷺ : Aku tidak dapat membaca!
Jibril ﵇: Ia mendekap beliau ﷺ untuk ketiga kalinya, kembali melepaskannya, lalu berkata:
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَخَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah yang melekat. Bacalah! Sebab Tuhanmu Maha Pemurah.
QS. Al-Alaq 1-3
Nabi ﷺ, sambil gemetar ketakutan, mengulang ayat-ayat ini dan berlari menemui istrinya, Khadijah ﵂, lalu berkata:
Nabi ﷺ : Selimuti aku, selimuti aku!
Nabi ﷺ : (Setelah tenang, beliau menceritakan kepadanya apa yang telah terjadi di dalam gua)
Khadijah ﵂: Tenanglah. Allah tidak akan pernah menghinakanmu. Engkau menyambung tali kekeluargaan, menolong orang miskin dan yang membutuhkan, berbuat baik kepada para tamumu, dan tetap teguh di jalan kebenaran.
(Bersama-sama mereka mengunjungi sepupu Khadijah, Waraqa bin Nawfal. Ia termasuk Ahli Kitab dan membaca kitab-kitab suci mereka.)
Waraqa bin Nawfal: Apa yang telah terjadi padamu?
Nabi ﷺ : (Beliau menceritakan kepadanya apa yang telah dialaminya di Hira)
Waraqa bin Nawfal: Ini adalah Namus yang Allah utus kepada Musa. Andai aku lebih muda. Andai aku masih hidup hingga hari ketika kaummu berbalik menentangmu.
Nabi ﷺ : Apakah mereka akan mengusirku?
Waraqa bin Nawfal: Ya, setiap orang yang datang membawa sesuatu seperti yang engkau bawa selalu disambut dengan permusuhan. Dan jika aku masih hidup pada hari itu, aku akan mendukungmu dengan segenap kekuatanku.
Pertemuan Kedua dengan Jibril
Ketika Nabi ﷺ sedang berjalan, beliau mendengar suara dari langit. Beliau menengadah dan melihat malaikat yang sama dengan yang ditemuinya pertama kali di dalam gua. Di sana, beliau melihat malaikat itu duduk di atas singgasana. Nabi ﷺ kembali merasa sangat ketakutan, segera pulang, dan kembali meminta untuk diselimuti. Pada saat itulah beliau ﷺ menerima wahyu kedua:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ قُمۡ فَأَنذِرۡوَرَبَّكَ فَكَبِّرۡوَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡوَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ
Wahai orang yang berselimut. Bangkitlah dan berilah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. Dan jauhilah berhala-berhala.
QS. Al-Mudathir
Pada intinya, Nabi ﷺ diperintahkan untuk bangkit dari keadaan berselimut, menyampaikan risalah Allah ﷻ, dan memperingatkan manusia. Beliau harus menyatakan kebesaran Allah ﷻ dengan memuji-Nya dan membebaskan diri dari penghasilan yang diperoleh secara tidak halal. Terakhir, datanglah perintah untuk menjauhi Al-Rujz, yaitu berhala-berhala.
Setelah wahyu kedua ini, wahyu turun semakin intens dan semakin sering.
