Ujian Umat
ابتلاءات الأمة
Masa perpecahan ketika umat berjuang tanpa kepemimpinan terpusat.
Kashmir; Lembah yang Terlupakan
Peristiwa
- Expansion of the British East India Company
- Expansion into Punjab
- First Anglo-Sikh War
- Treaty of Lahore
- Treaty of Amritsar
- Kashmir as a Buffer in The Great Game
- Abuse of power under Dogra rule
- Quit Kashmir Movement
- Accession to India
- The Dilemma of Hari Singh
- The Largest Forced Migration in History
- The Mountbatten Plan
- Involvement of the UN Security Council
Peristiwa penting
Tanya Jawab
Apa arti 'fitnah' dalam konteks Islam?
'Fitnah' (فتنة) secara harfiah berarti 'ujian' atau 'godaan', sebuah kata yang pada mulanya digunakan untuk pemurnian emas dengan api. Dalam sejarah Islam awal, istilah ini secara khusus merujuk pada perang saudara dan konflik internal di dalam umat. Kata ini mengandung gagasan bahwa ujian bukan sekadar hukuman, melainkan juga pemurnian: sejarah sebagai batu uji keimanan.
Apa itu Fitnah Pertama?
Fitnah Pertama (656–661) adalah perang saudara yang menyusul pembunuhan Khalifah Utsman ﵁ pada 656. Peristiwa ini mencakup Perang Jamal antara Ali ﵁ dan Aisyah ﵂, serta Perang Siffin antara Ali ﵁ dan Muawiyah. Fitnah ini berakhir dengan terbunuhnya Ali ﵁ pada 661. Untuk pertama kalinya kaum Muslim mengangkat pedang terhadap sesama mereka, sebuah trauma yang membentuk seluruh teologi Islam setelahnya mengenai kepemimpinan politik.
Apa yang terjadi di Karbala pada 680?
Pada 10 Muharam 61 H (10 Oktober 680), Husain bin Ali ﵁, cucu Nabi ﷺ, dikepung dan dibunuh bersama keluarga serta para sahabatnya oleh pasukan Khalifah Yazid I di Karbala. Hanya satu laki-laki yang selamat, yaitu Ali bin Husain. Karbala lebih dari sekadar pertempuran: peristiwa ini menjadi pengingat tahunan akan harga yang harus dibayar demi integritas moral di tengah sistem politik yang korup.
Bagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah bermula?
Akarnya terletak pada perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menggantikan Nabi ﷺ. Kelompok yang kemudian disebut 'Syiah Ali' (pengikut Ali) berpandangan bahwa kekhalifahan merupakan hak Ali ﵁ dan keturunannya. Pandangan Sunni menerima kesepakatan umat atas Abu Bakar ﵁, Umar ﵁, dan Utsman ﵁. Karbala (680) mengukuhkan perpecahan yang semula bersifat politik menjadi teologis. Perbedaan politik mengenai suksesi yang menjadi titik awal, selama berabad-abad berkembang menjadi identitas teologis dan budaya yang mendalam.
Pelajaran apa yang dipetik kaum Muslim dari berbagai fitnah ini?
Para ulama klasik (Ibnu Taimiyah, al-Ghazali, Ibnu Khaldun) melihat tiga pelajaran dalam berbagai fitnah tersebut: (1) persatuan umat bukanlah sesuatu yang pasti, melainkan kewajiban; (2) kekuasaan tanpa keadilan merusak bahkan orang-orang terbaik; (3) harga dari sikap diam saat menghadapi ketidakadilan sama tingginya dengan harga perlawanan. Nabi ﷺ telah memperingatkan tentang berbagai fitnah bahkan sebelum semua itu terjadi; siapa pun yang mempelajari sejarah ini terutama akan memahami betapa rapuhnya persaudaraan.